Jeunieb, Bireuen, Aceh
Harapan Besar Tu Sop Jeunieb Kepada Pemangku Ahlussunnah di Aceh
Mari kita sama-sama simak vidio ini.
Di era sekarang, kita menyaksikan adanya fenomena di kalangan umat Islam, ketika sebagian dari kita saling menjatuhkan, saling menyalahkan, bahkan saling mengkafirkan satu sama lain. Persoalan ini sering kali muncul akibat perbedaan persepsi, pemahaman, dan cara pandang dalam menyikapi ajaran agama. Perbedaan yang seharusnya menjadi ruang untuk saling mengenal dan memperkaya pemahaman justru terkadang berubah menjadi alasan untuk saling menyerang dan merusak persatuan umat.
Persoalan ini tidak akan pernah terselesaikan apabila setiap kelompok terus bersikap eksklusif, merasa paling benar, dan hanya berpegang pada sudut pandangnya masing-masing tanpa membuka ruang dialog dan saling memahami.
Oleh karena itu, harapan besar para pendahulu kita adalah bagaimana membangun sebuah gerakan pemikiran yang mampu mengarahkan berbagai elemen umat agar tidak terjebak dalam perbedaan-perbedaan prinsip yang berujung pada perpecahan dan kehancuran. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus dikelola dengan bijaksana sehingga dapat menjadi jalan menuju persatuan, kemaslahatan, dan kesejahteraan umat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kita membutuhkan sebuah kelompok yang solid, kompak, dan memiliki kesepahaman dalam memperjuangkan kemaslahatan bersama. Kelompok yang tidak hanya mampu menyatukan langkah, tetapi juga saling mengingatkan dengan penuh kebijaksanaan agar tidak terjerumus ke dalam pemikiran, sikap, maupun arus yang menyimpang dari prinsip-prinsip ajaran Islam.
Dalam konteks inilah, kita ingin menegaskan bahwa *Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah* senantiasa berupaya menjaga keseimbangan antara **النقل (an-naql), yaitu wahyu dan dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, serta العقل (al-‘aql), yaitu akal dan penalaran manusia**. Keseimbangan antara keduanya merupakan prinsip penting dalam membangun pemahaman keagamaan yang kokoh, bijaksana, dan dapat dipertanggungjawabkan. Akal tidak dipertentangkan dengan wahyu, melainkan digunakan secara proporsional untuk memahami, mengkaji, dan mengamalkan ajaran agama dengan benar.
Oleh sebab itu, kita perlu memahami secara mendalam apa saja yang harus kita kerjakan hari ini, terutama berbagai persoalan yang belum sempat kita selesaikan pada masa sebelumnya. Hal ini menjadi sangat penting agar kita tidak terus-menerus terbelenggu oleh kelemahan, kekurangan, dan keterbatasan masa lalu. Sudah saatnya kita melepaskan belenggu tersebut, melakukan evaluasi secara objektif, dan melangkah maju untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat yang hingga kini masih belum menemukan jalan keluar.
Pembahasan kita pun tidak boleh hanya terfokus pada persoalan tauhid semata. Ada pula persoalan fikih, tasawuf, pendidikan, sosial, dan berbagai aspek kehidupan lainnya yang perlu dikaji secara komprehensif. Seluruh bidang tersebut perlu dirumuskan menjadi sebuah konsep pemikiran yang sistematis. Selanjutnya, konsep itu diterjemahkan menjadi kebijakan, dan kebijakan tersebut diwujudkan dalam program-program nyata yang memberikan manfaat bagi umat, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Dengan demikian, strategi pengembangan pemikiran Ahlus Sunnah wal Jamaah bukanlah sesuatu yang dapat dipandang sebelah mata. Strategi ini merupakan bagian penting dalam memperkuat landasan pemikiran, memperluas kontribusi keilmuan, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan. Kita ingin membuktikan bahwa Ahlus Sunnah wal Jamaah bukanlah musuh bagi siapa pun. Sebaliknya, kita ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai yang kita perjuangkan mampu menjadi jalan bagi terciptanya kehidupan yang lebih baik, adil, damai, dan sejahtera.
Kita ingin agar siapa pun dapat merasakan manfaat dari pemikiran dan perjuangan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sebab, keberagamaan tidak seharusnya berhenti pada perdebatan dan perbedaan pendapat, tetapi harus mampu melahirkan kontribusi nyata bagi kehidupan manusia. Kehidupan dunia yang baik, yang dibangun atas dasar ilmu, akhlak, persaudaraan, dan kemaslahatan, diharapkan menjadi bekal bagi kita untuk meraih kebahagiaan di akhirat kelak.
Pada akhirnya, kita benar-benar ingin membuktikan bahwa Ahlus Sunnah wal Jamaah yang kita maksud senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama dan berupaya menempuh jalan keselamatan, yang sering diungkapkan dengan istilah **فرقة ناجية (firqah nājiyah)**. Namun, keyakinan tersebut hendaknya menjadi dorongan untuk terus memperbaiki diri, memperdalam ilmu, menjaga akhlak, dan menghindari sikap merasa paling benar hingga merendahkan atau menyesatkan pihak lain tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kita juga harus senantiasa memohon kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari jalan-jalan yang menyimpang, yang dalam ungkapan ini disebut **فرقةغير ناجية (firqah ghair nājiyah)**, serta diberikan petunjuk agar tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. Jangan sampai kita menganggap diri berada di jalan keselamatan, tetapi justru lalai dalam memperbaiki perilaku, menjaga persaudaraan, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang kita yakini.
Semoga setiap ikhtiar, perjuangan, dan doa yang kita panjatkan diterima oleh Allah Swt. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita, meluruskan niat kita, memperkuat persatuan umat, serta menjadikan kita bagian dari golongan yang teguh dalam kebenaran, santun dalam perbedaan, dan bermanfaat bagi sesama.
Oleh : Tgk Khaled Meshaal



