Jln. Banda Aceh–Medan, KM 192 Gampong Blang Mee Barat, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh
Haul ke-2 Tu Sop Jeunieb Berlangsung Khidmat, Abiya Kuta Krueng Ungkap Prinsip Keteguhan Prinsip Ayahanda

JEUNIEB – Peringatan haul ke-2 almarhum Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop berlangsung khidmat di Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunieb, Bireuen, pada Minggu (26/8/2025). Ribuan santri, ulama, pejabat, dan tokoh masyarakat hadir untuk mendoakan almarhum ulama kharismatik tersebut.
Acara diawali dengan khatam Al-Qur’an, pembacaan Raja Shalawat, Yasin Fadhilah yang dipimpin oleh Tgk H. Abubakar atau disapa Abon Buni. Sejak pukul 09.30 WIB, kompleks dayah sudah dipadati oleh tamu undangan.
Menurut amatan Tgk Fadhil Jufri atau sering disapa Abiya Bantayan, ratusan kalangan sudah mulai berdatangan sejak pukul 08.30 WIB (23/8/2026). “Ada ratusan orang, termasuk dari rombongan Abon Buni,” ujarnya.

Kemudian Talkshow Inspiratif disampaikan oleh Tgk H. M.Ihsan M. Jakfar S.Sos (Abana) sebagai moderator bersama Dr. Abi H. Anwar Usman, S.Pd.I, M.M. (Abiya Kuta Krueng) sebagai pemateri dengan tema “Menggali Inspirasi Dari Ayahanda Tu Sop Jeunieb” yang membahas sosok ulama kharismatik ini di hadapan Masyarakat.
Pada Pukul 18.30 WIB Mushalla yang berada di dalam kompleks Dayah Babussalam Al-Aziziyah, terlihat penuh dengan santri, dewan guru, dan tamu undangan lainnya yang akan mengikuti Talkshow Inspiratif, acara dimulai dari shalat magrib berjamaah.
Puncak acara pada Senin pagi diisi dengan zikir akbar, pembacaan zikir Yadara,dan samadiah bersama.
Haul sebagai Pengingat Perjalanan Kehidupan Tu Sop
Dalam keterangannya, Abiya Kuta Krueng menegaskan bahwa ayahanda merupakan sosok ulama yang memiliki prinsip teguh. Menurutnya, ayah dikenal berani dalam mengambil sebuah keputusan, namun tetap mempertimbangkan berbagai elemen dan aspek secara matang sebelum menentukan kesimpulan.
“Ayah adalah seorang tokoh ulama yang memiliki prinsip teguh. Beliau berani dalam mengambil sebuah keputusan, tetapi selalu memperhatikan berbagai elemen dan tidak pernah ada yang terlewatkan. Setelah semua dipertimbangkan, barulah ayah mengambil kesimpulan. Ketika sebuah kesimpulan sudah ditetapkan, ayah pantang menyerah. Prinsip itulah yang menjadi ilmu dan pelajaran bagi kami,” ujar Abiya Kuta Krueng.

Ada tiga hal yang mengambarkan sosok ayah, yang pertama Berani (berani berbeda), kedua Istiqamah (pantang mundur dan pantang meyerah), Ketiga tidak gampang mengeluh, itulah ungkapan dari abiya kuta krung, ujar Abana Babussalam.
Abiya juga berpesan kepada seluruh Santri Dan Dewan Guru Dayah Babussalam Al-Aziziyah “Jagalahlah kekompakan dan kebersamaan, saling menasehati, saling menjaga, saling menghormati antara guru sesama guru, murid sesama murid, dan murid sesama guru, kami berharap roda Pendidikan berjalan seperti yang diharapkan oleh allahyarham abu dan allahyarham ayah, geut that meusen, menye talo hana geut, nyoe han hu lampu, mesen beulagak, sigura-gura meusen talo beugleh bek meugapoeh, menye ka mengapoeh talo, adak lagak that lampu han meucahaya lampu nyan, menye na neukalon sidroe dua ka meugapoeh, peugleh, uet keulanyi supaya cahaya lampu nyan, Cahaya ilme nyan beugebi berkat oleh Allah swt. Insya Allah Babussalam melahirkan generasi-generasi yang yang bisa menjawab terhadap kemajuan zaman,” tutupnya.
Goresan tangan : Tgk. FAZLUL RAFIQ ( Kepala Tata Usaha SMA IT Assalam Islamic School)



